Saat ku telah berdua bersamanya, mereka datang mengusik jiwaku. semua itu berawal dari saat pertama aku masuk SMA. Saat aku berharap lebih dewasa malah sifaatku malah lebih kekanak-kanakan. Hingga aku memutuskan untuk mengakhiri hubunganku dengannya yang awalnya memang tak lurus.
Masih ku ingat saat itu, saat aku suka pada dia. Yaah memang dia, tepatnya kakak seniorku. Yang ku dengar oleh teman-temannya tentang dia, dia juga punya rasa yang sama. Saat itulah aku merasa aku sangat bahagia. namun sifatnya yang cuek seakan masa bodoh padaku membuat aku menghindar. Hingga ketua osis di sekolahku pun mulai mencari perhatian padaku. Cukup lama kami kenal, kami dekat, dan akhirnya dia nyatakan cinta padaku. Tapi, apa yang harus aku perbuat selain menolak cinta itu, karna yang awalnya perasaanku yang tidak jalan untuk dia. Aku tau dia sakit. Pasti sakit. Tapi lebih baik ia rasakan itu sekarang, drpada dia harus rasakan itu kelak. Kekecewaannya ditunjukkan ia dengan cara menjauhiku. tak lagi memanggilku, seperti tak pernah kenal sebelumnya, seperti tak pernah dekat sebelumnya. tak kuhiraukan itu, karna itu memang kemauan dia.
hari-hari aku jalani dengan bahagia dengan teman-temanku. kulupakan masalah itu. selang beberapa waktu, sekolah ku mengadakan acara reuni emas, dimana aku yg menjabat sebagai osis dilibatkan menjadi panitia. saat itulah aku bertemu seorang laki-laki yg merupakan alumni sekolah kami yang juga menjadi panitia. seringnya bertemu mengakibatkan hubungan kami yang semakin dekat, sangat dekat. melebihi hubungan kekerabatan. cukup lama kenal, sudah sering jalan, dan bahkan sudah dikenalkan pada orangtuanya.
saat malam puncak acara reuni itu, seorang laki-laki lain coba dekatiku. awalnya aku hanya menganggapnya hanya teman. namun dia yg sering sekali mengutarakan perasaannya, seperti bilang sayamg, bilang cinta, membuat perasaan itu juga muncul untuknya.
kini, perasaanku pada dua orang itu sama. sama-sama imbang. aku tak tau harus bagaimana. mereka menuntutku untuk segera memutuskan pilihan, membuatku bingung. membuatku merasa dalam keadaan kehancuran. saran yg berbeda beda dari teman-temanku semakin membuatku bimbang.
aku sayang mereka, tapi tak mungkin kupilih dua duanya. aku harus memilih satu dan merelakan satu. tapi inilah aku, aku yang tak mau melihat seseorang kecewa karnaku. dan akhirnya itupun membebani perasaanku.
dengan mengucap bismillah akan kuputuskan jawaban dari semua ini. insyaallah apa yang aku lakukan adalah yang terbaik. dan aku berharap semoga aku tak akan menyesal kelak dengan keputusanku ini :)
# maafkan aku kak, mungkin aku kecewakanmu :')
percayalah aku sedang tidak tersenyum saat melepasmu, aku melepasmu dengan tangisan tak relaku. berfikirlah bahwa aku bukan wanita yang pantas untukmu. masih banyak wanita yang lebih baik disana yg dapat kau jadikan sebagai penggantimu.
kalaupun kita memang sudah terikat jodoh, aku yakin kelak kita kan bersatu. aku sayang kamu, kak. maafkan aku :')
Lencana Facebook
Followers
Pages
Mengenai Saya
Diberdayakan oleh Blogger.
You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "

